Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 07 Mei 2015

LONTAR - Jember Masa Laloe

Jembersche Klinik 1910


                                      Kampanye Masyumi oleh Bey Arifin, di Jember, 29-8-1955
                                      
                                       Kampanye Prof Sumitro dari PSI, di Jember 31-7-1955

                                             
 Demo Buruh di Jember, 1 Januari 1954


Senin, 06 April 2015

LONTAR - Monumen Panduman



Monumen Panduman

Monumen Panduman. Monumen ini untuk mengenang pertempuran pasukan Brigade III/Damarwulan melawan tentara Belanda, setelah gugurnya Letkol Moch Sroedji. Pada pertempuran yang terjadi di Desa Panduman,Kecamatan Jelbuk ini, 7 orang pasukan Brigade Damarwulan, gugur.

Rabu, 01 April 2015

LONTAR - Mengenal Mbah Rambut

 Mengenal Mbah Rambut

Makam Mbah Rambut di Tanggul

Makam tua yang dikenal dengan Mbah Rambut ini menurut keterangan masyarakat yang tinggal di sekitarnya hanya berupa rambut dari seorang tokoh bernama asli Nur Hayin. Dari silsilah yang ada, serta menurut penjelasan anak cucunya, Mbah Rambut merupakan salah satu pasukan, sekaligus teman dekat Dipati Ukur.
Diperkirakan, Mbah Rambut sampai ke daerah Tanggul, setelah berakhirnya Perang Dipati Ukur (1628-1632). Kedatangan Mbah Rambut ke daerah Tanggul ini, setelah kalah perang melawan VOC. Akibat dari kalah perang itu, menjadi hampir seluruh pasukan Dipati Ukur menyingkir ke berbagai daerah, termasuk daerah Tanggul.
Setelah tinggal di daerah Tanggul beberapa tahun, Mbah Rambut meneruskan perjalanannya ke arah timur, dengan singgah di Bangsalsari, Rambipuji, Jember, hingga ke arah Banyuwangi, sampai ke Pecaron Situbondo. Perjalanan Mbah Rambut dalam rangka menyebarkan Islam itu, berakhir di Pecaron, Situbondo. Di tempat ini Mbah Rambut menghabiskan masa hidupnya sampai meninggal  

LONTAR - Situs Sejarah Umbulan

Umbulan, Situs Sejarah yang Tercecer

          
      Situs Sejarah Umbulan yang sudah menjadi kolam ikan setelah diambil pasirnya

Lontar - Kabupaten Jember, sebenarnya merupakan daerah yang banyak memiliki Situs Peninggalan Sejarah. Hanya saja, sampai saat ini, tidak banyak diketahui, situs sejarah itu peninggalan siapa.
Salah satunya stus sejarah yang ada di Dusun Bringinsari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah. Situs ini sebenarnya pernah diteliti oleh arkeolog Belanda, Stutterheim pada tahun 1933. Namun sampai ini belum ada kejelasan, peninggalan siapa dan apa sebenarnya bekas bangunan kuno yang ada di daerah tersebut. 
Masyarakat setempat hanya menyebut, bahwa itu merupakan peninggalan Gendrosari dan Kenconosari. Tapi siapakah Gendrosari dan Kenconosari itu ?. Sampai saat ini masih penuh misteri, yang harus ditelusuri oleh para pakar dan pemerhati sejarah, utamanya yang ada di Kabupaten Jember.
Sekilas, bekas bangunan tua yang oleh masyarakat setempat di sebut dengan Umbulan itu, hanya berupa pondasi dengan sisa bahan bangunan berupa batu bata merah berukuran lebar. Dilihat dari batu bata merah yang digunakan, bangunan tersebut diperkirakan semasa dengan jaman Majapahit.
Saat ini kondisi situs sejarah Umbulan, Jatimulyo, Jenggawah, sudah dalam keadaan rusak parah. Batu bata merah yang digunakan untuk bahan bangunan, sudah berserakan, bahkan sudah banyak yang hilang. Pada bagian tertentu, sudah ada kolam, yang diduga sengaja digali untuk diambil pasirnya. 

Minggu, 29 Maret 2015

LONTAR - Djember Tempo Doeloe

 Pilkades Jember Kidul, 10 Mei 1953

Penutupan Khursus Pamong Desa, 31 Desember 1953

Rabu, 25 Maret 2015

LONTAR - Tokoh Perang Kemerdekaan di Jember

Sumber : Buku "Letkol Moch Sroedji, Jember Masa Perang Kemerdekaan"
Penerbit : Inti Dinamika Publisher
Letkol Soerodjo, Komandan Resimen IV BKR/TRI, yang Pertama

Letkol Ki Tahiroedin, Komandan Resimen III BKR/TRI, yang Pertama

Letkol Moch Sroedji, Komandan Brigade III/Damarwulan, yang Pertama

Mayor Imam Soekarto, Komandan Brigade III/Damarwulan, yang Kedua

Mayor Syafioedin, pangkat terakhir Brigjen, mantan Danyon BN 25/Brigade III Damarwulan


Letkol dr Soebandi, PA Kesehatan Brigade III Damarwulan

Selasa, 24 Maret 2015

LONTAR - Para Pejuang Kemerdekaan di Jember yang Berjuang Saat Agresi Militer Belanda



  1. Achdjab

Atmodjo

Imam Soeprapto (Celana Panjang)

Letkol dr Soebandi

Sayuki

Veteran Perang Kemerdekaan di Jember

Mantan Pasukan BN 25/Brigade III Damarwulan

LONTAR - Agresi Militer Belanda : KNIL berlatih di Gunung Watu Pecah, Ambulu, Jember


Tentara KNIL berlatih di Gunung Watu Pecah, Ambulu, Jember  

LONTAR - Agresi Militer Belanda

Pasukan Marinir Belanda membuka peta di Pondokdalem, Tanggul, Jember

Operasi Militer oleh Pasukan Belanda di PG Semboro, Tanggul


Pasukan Marinier Belanda mendarat di Situbondo

Setelah mendarat di Situbondo, pasukan marinier Belanda bergerak menuju Jember

Minggu, 15 Maret 2015

LONTAR - Mengenal Jenglot

Sosok yang posturnya mirip seperti manusia dan dikenal dengan nama Jenglot ini ditemukan di beberapa wilayah di nusantara, seperti Jawa, Kalimantan, dan Bali. Jenglot dipercaya memiliki kekuatan mistis dan memakan darah manusia. Masyarakat Indonesia meyakini jenglot sebagai makhluk yang memiliki kekuatan mistik dan dapat mengundang bencana. Secara medis, jenglot didefinisikan sebagai bukan makhluk hidup setelah diteliti oleh tim forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Melalui foto sinar Rontgen, tidak ditemukan unsur tulang (sebagai penyangga organ mahluk hidup) namun hal yang mengejutkan justru diperoleh dari penelitian DNA lapisan kulit jenglot yang mengelupas. Setelah diperiksa oleh Dokter Djaja Surya Atmaja dari Universitas Indonesia, ternyata lapisan kulit itu memiliki DNA mirip primata sejenis manusia. Akan tetapi, penyelidikan asal usul jenglot secara medis hanya dihentikan sampai di sana karena pemilik jenglot tidak mengizinkan jenglot dibedah, agar tidak ada hal buruk yang terjadi. Legenda jenglot juga diangkat ke dunia hiburan, terutama untuk tema misteri dan supranatural. Film Indonesia berjudul Jenglot Pantai Selatan disutradarai oleh Rizal Mantovani, dirilis pada Februari 2011

Jumat, 13 Maret 2015

Kamis, 12 Maret 2015

LONTAR - Perjalanan Bujangga Manik Dari Blambangan Barat di Sepanjang Pantai Selatan

Perjalanan Bujangga Manik Dari Blambangan Barat di Sepanjang Pantai Selatan
Bujangga Manik’s Jouneys 2, By Noorduyn

Dengan mengambil rute sepanjang pantai selatan Pula Jawa untuk perjalanan kembali, Bujangga Manik melewati Padangalun (1. 1028). Nama yang sangat mengingatkan Tawangalun (lih Java padang "cahaya, terbuka"., Dan tawang "terbuka, tidak dibayangi "). Nama (Tawang ALun) atau pangeran pada abad ke-17 dari Blambangan.
Kemudian dia "mencapai Gunung Watangan, yang menghadap pulau (nusa) Barong" (11. 1029-1030). Pegunungan Watangan ini terletak di sebelah timur Puger. Sedang Nusa Barong, merupakan pula kecil tak berpenghuni terletak di lepas pantai.
Dari sana ia (Bujangga Manik) datang ke Sarampon (1. 1032), yang tidak ada di peta kita, tetapi di Nagarakrtagama (22: 4b) tertulis sebagai desa Sarampwan, di mana Hayam Wuruk beristirahat sementara menghabiskan beberapa hari di Sadeng, dekat Puger saat ini, di tahun 1359. Selanjutnya Bujangga Manik melewati desa Cakru (1. 1033), yang masih ada saat ini, dan datang ke lurah dari Kënëp (tak dikenal) dan untuk (wilayah?) Lamajang Kidul (11. 1036-1037)